<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title>Lintasarta Creative Solutions Award</title>
        <description>Lintasarta Creative Solutions Award</description>
        <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com</link>
        <lastBuildDate>Tue, 09 Feb 2010 16:30:00 +0700</lastBuildDate>
        <generator></generator>
        <item>
            <title>Smartcard  Perpustakaan Bersama / Shared Library Services by r@in</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2533</link>
            <description>Perpustakaan adalah sarana penting bagi sebuah sekolah, semakin lengkap koleksi buku, kualitas pemahaman siswa biasanya akan semakin baik.
Saya pernah mengalami situasi dimana teman saya yang kuliah di universitas lain meminta tolong ke saya untuk meminjamkan buku di perpustakaan kampus tempat saya belajar &amp;ndash; karena perpustakaan kampusnya tidak selengkap di tempat saya.&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Di waktu lain ada juga teman se kampus saya yang mencari buku di kampus lain untuk literatur skripsinya karena koleksi buku di kampus saya untuk jurusan tertentu tidak selengkap di kampus lain &amp;ndash; karena jurusan tsb tergolong baru di kampus saya.
Problem

Terdapat gap kesenjangan tingkat kelengkapan koleksi buku antar universitas tetapi belum ada kerjasama peminjaman buku antar kampus.
Ada sebuah konsultan dan lembaga pelatihan marketing milik seorang Public Figure (berlokasi di dekat mal ambassador) yg memiliki perpustakaan spesifik buku marketing &amp;ndash; setahu saya yang terlengkap di Indonesia, tetapi saya waktu mau mengunjungi perpusnya tidak boleh masuk karena bukan murid disana .. hiks
Kampus tertentu memiliki koleksi buku yang paling lengkap di bidang tertentu pula, biasanya semakin lama jurusan tsb exist - maka koleksi buku yang berkaitan dengan jurusan tsb akan makin lengkap; dan juga tergantung diferensiasi dari masing-masing kampus tsb. mis LSPR / London School of Public Relation sudah pasti bukunya tentang PR sangat lengkap, Binus koleksi bukunya lengkap di bidang IT dan lain sebagainya.
Buku adalah sarana mahasiswa membuat penelitian yang mendalam dan meningkatkan daya saing.

&amp;nbsp;
Solution

Dibuat mekanisme &amp;rdquo;Perpustakaan bersama&amp;rdquo; yang meniru konsep ATM bersama, sehingga antar kampus mahasiswanya bisa saling meminjam buku dan yang selama ini berlangsung &amp;rdquo;lewat bantuan teman di kampus lain&amp;rdquo; atau &amp;rdquo;menyusup ke perpus kampus lain&amp;rdquo; bisa berjalan dengan lebih tertib.
Mirip konsep ATM bersama, untuk menjaga daya saing masing-masing kampus tetap ada, mahasiswa yang beda kampus bisa dikenakan biaya pinjam (kalau mahasiswa kampus sendiri kan gratis) atau jaminan tertentu kepada pengelola perpustakaan bersama.
Seperti halnya ATM bersama yang menguntungkan Bank-bank kecil (dan nasabah bank kecil) - Perpustakaan bersama diperkirakan bisa membantu mengurangi biaya investasi perpustakaan bagi universitas-universitas kecil, sehingga pada akhirnya yang diuntungkan adalah mahasiswa &amp;ldquo;low budget&amp;rdquo; &amp;ndash; dengan biaya kuliah lebih rendah, mereka bisa menikmati fasilitas perpustakaan yang tidak kalah dengan mahasiswa &amp;rdquo;high-end&amp;rdquo;

&amp;nbsp;Mekanisme

Informasi member perpustakaan bersama bisa diembed ke dalam smart card mahasiswa yang sudah ada.
Atau jika mempertimbangkan keluasan cakupan anggota perpustakaan bersama, dimana masih banyak sekolah yang masih menggunakan kartu siswa non smart card, maka bisa dibuat smart card baru.

&amp;nbsp;
Semoga ide ini berguna untuk menunjang proses pendidikan di Indonesia. :)
r@in
&amp;nbsp;</description>
            <pubDate>Wed, 09 Dec 2009 07:58:51 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Portal KUMA (Kurikulum Bersama) sebagai dasar UAN &amp; standardisasi pendidikan di Indonesia</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2530</link>
            <description>
Background Problems
Banyak murid sekolah, terutama yang berada di luar kota2 besar, tidak lulus UAN. Kalau ditanya langsung ke muridnya, alasannya beragam tapi yang paling sering diutarakan adalah: &amp;ldquo;yang diajarkan oleh guru tidak keluar di soal&amp;rdquo;.
Fakta dan contoh lain yang menarik, kalau anda perhatikan film-film barat, anak-anaknya disekolahkan di sekolah yang terdekat dari rumah, sehingga terjangkau dengan naik sepeda saja. Di Jakarta, anak-anak disekolahkan di sekolah yang &amp;lsquo;bagus&amp;rsquo; meskipun jauh dan mahal. Kita bisa melihat, di barat kualitas pendidikan sangat merata sehingga orangtua tidak terlalu memilih soal sekolahan yang layak untuk anaknya (karena semua memang layak).&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Akar dari permasalahan adalah, tidak adanya standard baku kurikulum nasional yang dapat diakses oleh pelosok daerah, sehingga setiap sekolah terkadang mempunyai kurikulum yang berbeda sehingga hasil akhirnya juga berbeda. &amp;nbsp;Disinilah terjadi &amp;lsquo;perbedaan&amp;rsquo; antara sekolah yang &amp;lsquo;bagus&amp;rsquo; dengan sekolah yang &amp;lsquo;jelek&amp;rsquo;. Bukan salah pendidiknya, tapi salah Instansi Pendidikan Negara yang tidak bisa mensosialisasikan kurikulum standard dengan baik.
Proposed Solutions/Idea
Portal KUMA (Kurikulum Bersama), yang dapat diakses oleh semua orang, mempunyai fitur-fitur seperti dibawah ini
1. Update Kurikulum Pendidikan Standard di Indonesia: Menjabarkan topik yang harus dibawa oleh guru di setiap semesternya secara mendetail, hingga kegiatan belajar mengajar harian.
2. Daftar Buku panduan standard: Menampilkan buku dan referensi (offline/online) yang sebaiknya digunakan dalam proses belajar
3. WEB2.0: Fitur-fitur yang memungkinkan sesama guru/murid untuk berdiskusi dan Tanya jawab serta kontribusi saran.
4. Print Version: agar dapat dengan mudah di print dan format nya A4-friendly. Bermanfaat untuk sekolah yang tidak mempunyai akses internet. Cukup ke warnet, print, fotokopi, dan sebarkan di sekolah :D
5. Standard Bank Soal: Dikeluarkan secara regular dan hanya dapat diakses oleh akun Guru. Soal standard ini layaknya di didistribusikan ke murid2 sekolah sebagai bahan ujian, dan menguji pemahaman mereka terhadap topik yang sedang diajarkan.
6. SMS notification: memberikan notifikasi ke guru/murid sekiranya ada update di portal KUMA
Dan yang paling penting: KUMA dijadikan LANDASAN UTAMA DALAM PEMBUATAN SOAL UAN. Untuk mempertahankan integritas kurikulum yang disajikan,&amp;nbsp; Tentunya kurikulum di dalam KUMA telah sebelumnya di diskusikan dengan rapat bersama atau consensus guru2 se-Indonesia.
Goals and Success Measurement
Dengan demikian, tidak ada murid/guru yang mengeluh lantaran soal yang terlalu susah atau belum diajarkan. Tidak ada sekolah yang lebih &amp;lsquo;bagus&amp;rsquo; karena jumlah prospek lulus UAN nya lebih &amp;lsquo;bagus. Semoga persaingan nilai UAN lebih beragam, bukan SMUN yang itu2 doang.
Kedepannya kita dapat melihat pemerataan pendidikan di semua daerah, sehingga menarik investor untuk invest didaerah karena adanya pemahaman semua maniusia indonesia mempunyai standard pendidikan yang layak. Dengan berkembangnya kualitas pendidikan di daerah, industri turut berkembang. Jika industri berkembang pesat di daerah, Jakarta tidak perlu lagi kebanjiran transmigran dari daerah yang akhirnya cuman bikin macet jalan.
Paham kan akar permasalahan kita? pendidikan yang tidak merata mengakibatkan industri yang tidak merata bahkan cendrung berpusat di satu provinsi.
Portal KUMA is proudly powered by Lintasarta Technologies (SMS Corporate, Internet)
Silahkan kritik saran pujian kecamannya yang membangun dan menghancurkan. Mohon maaf isinya tulisan semua</description>
            <pubDate>Tue, 08 Dec 2009 10:19:35 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>belajar sejarah ebih menarik via internet</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2528</link>
            <description>Pelajaran sejarah yang diberikan di bangku sekolah dirasakan siswa-siswa sebagai suatu pelajaran yang membosankan. Tidak heran ketika pelajaran tersebut, banyak siswa yang mengantuk ataupun tidak mau mengikuti pelajaran tersebut. Pelajaran sejarah memang tidak begitu populer dikalangan siswa. oleh karena itu, kita perlu mencari inovasi baru dalam penyampaian materi sejarah tersebut biar lebih menarik. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan Website.&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Website yang dimaksudkan disini adalah website yang bisa diakses secara free oleh semua kalangan terutama siswa sekolah. Daam website ini ditampilkan visualisasi dari peta dunia atau Peta Indonesia yang telah diformat khusus sehingga bisa menghasilkan animasi yang kita siapkan. Misalnya saja, dalam pelajaran perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, pada peta tersebut, siswa bisa melihat wilayah kekuasaan setiap kerajaan, kapan kerajaan itu berdiri, dan informasi-informasi penting lain yang berkaitan dengan kerajaan tersebut.
Contoh lain, waktu perang merebut kemerdekaan RI. Siswa yang mengakses website iini bisa melihat fim-film dokumenter maupun arsip lainnya. Tujuan dari pembuatan website ini adalah agar belajar sejarah bisa dinikmati oleh para siswa. Tampilan yang menarik akan mempermudah orang untuk belajar dan mulai menyukai pelajaran tersebut. Website yang ditampilkan harus memiliki kriteria yang baik sehingga orang-orang tidak bosan untuk mengakses website tersebut. Hal ini juga bisa diterapkan untuk mata pelajaran yang lain.</description>
            <pubDate>Tue, 08 Dec 2009 02:51:45 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>UJIAN NASIONAL ONLINE</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2526</link>
            <description>Saat ini pelaksanaan ujian nasional masih di lakukan secara manual sehingga membutuhkan biaya&amp;nbsp; &amp;amp; waktu &amp;nbsp;yang besar dalam pengadaannya, distribusinya, dan penilaiannya. Biaya-biaya tersebut sebenarnya bisa di alokasikan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat bagi pengembangan pendidikan misalnya pengadaan netbook untuk seluruh murid sekolah indonesia.&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Informasi yang dihasilkan dari pelaksanaan ujian nasional yang notabenenya adalah tolak ukur pendidikan nasional berkisar pada total nilai masing-masing mata pelajaran. Tidak bisa di analisa&amp;nbsp; per kelompok soal seperti pada test psikologi, sehingga analisa keberhasilan dan kelemahan belum mencerminkan hasil yang obyektif, komprehensif &amp;amp; integrated.
Perkembangan dunia TIK saat ini telah memungkinkan pelaksanaan evaluasi secara online, dengan content yang lebih kaya dan berkualitas dibandingkan pelaksanaan evaluasi manual,&amp;nbsp;&amp;nbsp;hasil dapat diperoleh dengan cepat , serta dan lebih effisien.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jawaban yang dihasilkan juga&amp;nbsp;dapat di analisa lebih lanjut sebagai upaya pengukuran dan peningkatan pendidikan Nasional Kita/ &amp;nbsp;Contoh kongkret bagi sistem evaluasi secara online adalah online test pada TOEFL,&amp;nbsp; IETLS, Kompetensi Profesi IT ( Cisco, Microsoft, Oracle, dan lain-lain). Oleh karenanya solusi yang logis untuk penerapan Online Test bagi pelaksanaan Ujian Akhir Nasional. 
Kendala adalah ketersediaan komputer bagi siswa yang melaksanakan ujian tersebut. Solusinya adalah pengadaan komputer bagi siswa sekolah, seperti 10 juta Net Book untuk sekolah Indonesia, dan semua sekolah yang telah mendapatkan netbook tersebut harus menerapkan sistem UAN online sebagai Pilot Project. Alternatif&amp;nbsp; pembiayan, salah satunya diperoleh dari nilai effisiensi terhadap pelaksanaan Online Test bagi UAN tersebut.&amp;nbsp; Keuntungan lainnya, menjadikan siswa dan guru kita harus familier dengan teknologi ITC sebagai teknologi yang urgent dalam ere globalisasi saat ini.</description>
            <pubDate>Mon, 07 Dec 2009 12:48:17 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>E learning yg learning pathnya personalized - tergantung score</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2524</link>
            <description>Problem
Dari pengalaman saya membantu mengajar kelas bimbingan khusus mahasiswa Nasakom (Nilai satu koma), mereka ini sangat minder karena memiliki daya tangkap yang lambat dibandingkan teman teman di kelas, sehingga mereka membutuhkan kelas tambahan yang pengajarannya dilakukan oleh asisten (bukan oleh dosen).&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Dalam kelas tambahan ini merekapun sangat lambat menangkap pelajaran, sehingga saya berpikir akan lebih mudah jika bentuk pengajaran juga ditambahkan kedalam bentuk CD / e learning, supaya pengajarnya tidak capek mengulang ulang kalimat dan siswa juga bisa mengulang kembali pelajaran di rumah.
Tentu untuk siswa ber IQ tinggi mereka tidak butuh mengulang pelajarannya sampai beberapa kali, sehingga learning path mereka akan lebih cepat. Lalu bagaimana mengintegrasikan kebutuhan yang berbeda ini di dalam satu channel?
Solution
Dibuat e learning (dalam bentuk cd software / internet - jika jarak dirasa menjadi faktor penghambat distribusi) yg Kurikulum learning pathnya bersifat individualized / personalized tergantung score mereka, sehingga berdasarkan prinsip psikologi siswa, siswa ber IQ rendah tidak akan setress menghadapi pelajaran yang terlampau sulit bagi mereka.

Untuk yg ber IQ rendah, fasilitas ini akan membantu mengejar ketinggalan pemahaman pelajaran mereka.


Untuk yg ber IQ tinggi, fasilitas ini akan men challenge mereka untuk lebih jauh lagi memahami kurikulum yg lebih advance. 

Diharapkan, tujuan pendidikan akan dapat menjangkau kebutuhan siswa, termasuk siswa yang ber IQ rendah sekalipun, termasuk mendeliver content yang tepat kepada siswa yang memiliki kebutuhan berbeda. Hasil akhirnya adalah tingkat kelulusan siswa &amp;amp; pencapaian nilai siswa yang meningkat.
&amp;nbsp;
Demikian terima kasih.
r@in</description>
            <pubDate>Mon, 07 Dec 2009 06:54:25 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>e-Interact System - System manajemen komunitas pendidikan</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2520</link>
            <description>Mengamati perkembangan thread &amp;amp; tema dari submision ide&amp;nbsp; pada portal CSA, ada kebutuhan dan keinginan ( need &amp;amp; want ) terhadap komunitas online khusus dunia pendidikan sebagai wadah interaksi sosial pada dunia internet . Komunitas ini tidak hanya terdiri dari guru, sekolah,dan pengelola sekolah, tetapi lebih luas dari itu, seperti pemerhati pendidikan, instansi yang berhubungan dengan perencanaan &amp;amp; pengendalian pendidikan, LSM, dan masyarakat. e-Interact system adalah media online yang ditujuan untuk kebutuhan tersebut.&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Melalui media komunitas tersebut, terbentuk/terjalinlah interaksi dua arah antara pemakai untuk berbagai tujuan dalam pengembangan dunia pendidikan dalam arti seluas-luasnya, tergantung siapa yang mempublishnya. Dapat di katakan ini adalah system jejaring sosial pendidikan yang terkelola&amp;nbsp; bagi semua elemen pendidikan untuk menumbuhkan dan mengembangkan hubungan dan aliansi diantara mereka. Model Interaksi yang di bangun adalah model interaksi yang berkembang dalam online interaksi pada saat ini misalnya bloging system sebagai feature user untuk menulis dan mengemukakan pendapat atau sekedar catatan harian yang di publish, content system untuk menshare material pada komunitas, chat, pesan dinding, sms coorperate , email coorperate dan forum diskusi untuk mekanisme interaksi, e-learning untuk pembelajaran online dengan material seperti education games, quiz, multimedia material, dan lain-lain.
Pada e-interact system, feature dapat di analogikan seperti pada feature existing sosial networking seperti fb atau twitter, tetapi didasari user system manajemen, yaitu system yang mengatur hak &amp;amp; feature&amp;nbsp; existing&amp;nbsp; dan konten yang dapat di akses oleh user sesuai dengan jenis usernya dan keinginan user. Jadi e-interact adalah sosial networking yang sesuai dengan kebutuhan user dan keinginan user dalam bidang dunia pendidikan
Saya yakin, ide ini merupakan bentuk masa depan bagi evolusi dari sosial networking yang ada pada saat ini dengan. Bagaimanapun setiap pribadi adalah unik. Blog dapat di akses oleh semua orang tanpa kecuali, bertranformasi menjadi sosial networking yang bersifat lebih private dan mengintegrasikan model -model interaksi sosial. Kedepan jejaring sosial akan mengadopsi ide ini, dimana&amp;nbsp; setiap meja kerja atau ruangan pribadi akan menyesuaikan diri dengan karakteristik user dan dapat memilih kemana dia akan joint pada komunitas sosial yang lebih besar yang sesuai dengan karakter mereka. Dan Layanan lintasarta digunakan untuk e-interact sesuai dengan feature yang di butuhkan</description>
            <pubDate>Sun, 06 Dec 2009 12:47:43 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>KENALI POTENSI, MINAT, DAN BAKAT ANAK SEJAK USIA DINI DENGAN SMART  CARD</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2519</link>
            <description>Penting bagi kita semua megetahui dan mengenali potensi akademik (IQ), minat, bakat anak sejak dini.
Mengenali kemampuan yang hakikatnya telah dimiliki anak sangatlah penting, Hal ini guna untuk mengarahkan kemana anak kita akan di sekoahkan, atau bidang apa yang harus di tekuninya.&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Hal itupun membantu orang tua dalam hal mendidik sang anak. Begitupun pada anak, mereka akan lebih mudah dalam pencarian jati diri.
Polemik yang sering terjadi pada anak remaja adalah ketika ia ditanya akan menjadi apakah dia ketika telah selesai sekolah nanti ?
Mayoritas dari mereka menjawab:

Saya belum tahu akan kemana...
Saya belum memiliki pandangan ke depan... 
Saya bingung akan kemana setelah saya lulus sekolah...
Saya bingung jurusan apa yang akan saya ambil di Universitas nanti...

Fenomena kehidupan masyarakat seperti itu seperti sudah menjadi darah daging di dalam dunia pendidikan kita.
Kenapa kita tidak memperbaharui sistem dalam mendidik anak?
Sebagian orang tua serng melupakan apa yang sebenarnya dinginkan oleh anak, mereka hanya ingin mencetak anak mereka untuk menjadi seperti apa yang mereka mau. Jika mereka mau keturunan mereka menjadi seorang dokter, bertahun-tahun mereka akan menyekolahkan anak mereka di bidang ilmu kesehatan. Padahal, apa mereka tahu anak mereka ingin jadi apa..? apa mereka tahu potensi apa yang dimliki sang anak?
ketika anak itu dipaksa untuk menjadi seperti &amp;ldquo;sesuatu/seseorang&amp;rdquo; yang sebenarnya itu bukanlah yang mereka inginkan, apa yang terjadi pada kondisi psikologis anak?
Maka dari itu, dengan fasilitas SMART CARD dari lintasarta, kita buat aplikasi yang dapat mengetes IQ anak kita, apa bakat mereka dengan sistem identifikasi sidik jari.
Agar disaat kita mendidik anak, kita tidak salah dalam prosses pendidikan itu.
Aplikasi SMART CARD akan menjelaskan secara gamblang (jelas) tentang informasi anak kita secara detail. Apa pilihan yang tepat dalam menentukan masa depan anak tersebut, terutama dalam bidang edukasi (pendidikan).&amp;nbsp;
Demikianlah ide yang saya buat. Ide ini terinspirasi saat saya membaca bografi tentang Michael Phelps (Juara renang dari Amerika)</description>
            <pubDate>Sun, 06 Dec 2009 04:34:46 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sistem Informasi Akademis Terintegrasi</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2518</link>
            <description>Tentunya sistem informasi telah menjadi bagian penting baik di sekolah-sekolah maupun kampus-kampus. Selain dapat menjadi media penyimpanan data-data hasil belajar, dapat juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran itu sendiri. Yang menjadi ide saya adalah pengintegrasian antara layanan-layanan yang ada di dunia kampus menjadi sistem dengan identitas tunggal menggunakan smart card.&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Diharapkan dengan integrasi ini pelajar/mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk mengakses SisfoKampus, mengikuti pelajaran-pelajaran pada e-learning yang nantinya penilaian akan langsung masuk ke SisfoKampus. Serta memanfaatkan identitas tersebut untuk mengakses Hotspot di seluruh wilayah layanan internet yang disediakan oleh Lintasarta.</description>
            <pubDate>Sat, 05 Dec 2009 21:48:53 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>akademisi sayangi bumi dengan teknologi</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2516</link>
            <description>Kaum akademisi adalah kaum terpelajar negeri ini, sehingga sudah seharusnya peduli dengan lingkungan dalam hal ini global warming. Sekarang ini akademisi secara tidak langsung turut berperan terhadap global warming.&amp;nbsp;
Dalam hal ini akademisi merupakan salah satu konsumen terbesar dari industri kertas. Setiap sekolah, kampus, dan siswa maupun mahasiswa mengunakan buku yang terbuat dari kertas. Padahal kertas terbuat dari kayu dan penebangan kayu akan merusak hutan serta memperparah global warming.&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Sekarang ini para akademisi dapat mengurangi pengunaan kertas dengan berbagi teknologi yang sudah ada diantaranya dengan :
1. flasdisk (sebuah flasdis 1 G = lebih dari 1000lembar 4A),&amp;nbsp;2. email sebagi sarana berkirim data dan informasi dengan biaya yang sangat murah bahkan banyak yang free ( kampus atau sekolah dapat mengunakan corporate mail sebagai sarana promosi mengantikan brosur karena hampir setiap siswa dan mahasiswa memiliki akun email &amp;ldquo;banyaknya kertas dan dana yang digunkan untuk membuat brosur dapat dihemat dengan menguakan email&amp;rdquo;)3. sisfo kampus menyediakan sistem yang terintregrasi dengan web dan email sebagai sarana administrasi kampus seperti pengurusan KRS dan KHSdengan teknologi diatas maka penguaan kertas dapat dikurangi (penebangan hutan juga berkurang) dan pelayanan kampus juga akan lebih praktis dan cepat.. semoga tercipta kampus yang modern dan peduli lingkungan.</description>
            <pubDate>Sat, 05 Dec 2009 05:35:25 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Who Wants To Be A Smart Millionaire ? | Belajar Sambil Menghasilkan Uang</title>
            <link>http://csa1.creativesolutionsaward.com/ideaview.php?id=2513</link>
            <description>Di negara ini, siswa tak boleh atau &amp;rdquo;diharamkan&amp;rdquo; miskin. Kalau miskin, nyaris mustahil mereka bisa memenuhi keinginan atau cita-cita besarnya. Jika pun ada di antara siswa miskin mampu memenuhi ambisinya atau berhasil menuai prestasi gemilang, itu terbilang kelangkaan atau bagian dari cerita &amp;rdquo;mencari jarum&amp;rdquo; di tengah lautan.&lt;div id=&quot;more&quot;&gt;&lt;/div&gt;
Memang, ada saja cerita soal anak miskin berprestasi atau masuk sekolah atau perguruan tinggi ternama. Tapi, mereka bisa sampai ke sana tidaklah dengan gratis. Mereka bisa berprestasi cemerlang didukung oleh semangat atau kegigihan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya mampu mengisi ranah sejarah sebagai &amp;rdquo;orang&amp;rdquo;.
Tantangan yang dihadapi siswa miskin, selain kompleks, juga berat. Hal itu lebih berelasi pada akar kemiskinan yang mengimpitnya. Kalau saja mereka tidak masuk golongan &amp;rdquo;anak-anak akar rumput&amp;rdquo;, tentulah apa yang seharusnya menjadi problem tidak jadi hambatan yang membelenggu atau menistanya.
Kalau orang kaya punya logika borjuistis dan kapitalistis dalam menyekolahkan anak-anaknya, orang miskin menyekolahkan anak-anaknya berdasar sisi pragmatisme. Komunitas elite ekonomi memperlakukan sekolah ibarat &amp;rdquo;pasar&amp;rdquo; yang wajib hukumnya direbut dengan pertaruhan segala kemampuan ekonomi serta harga diri.
Sementara itu, orang miskin bermaksud menyekolahkan anaknya supaya kelak anaknya itu bisa menjadi elemen strategis bangsa yang sukses menjadi pembebas, bukan sebagai generasi parasit yang membenani masyarakat, keluarga, serta negara.
Sejauh ini, sudah adakah solusi yang benar2 membantu memperbaiki celah - celah masalah si miskin...?
Apakah mereka harus terus mengharapkan Dana BOS tiap bulannya ?
Bila kita lihat secara dhahir, kemiskinan mereka sudah membuat mereka kalang kabut dan terhimpit oleh dunia
Belum lagi mereka (seandainya) harus memikirkan biaya hidup dan kuliah di masa depan sebagai mahasiswa, dari manakah mereka memperoleh semua itu dengan waktu yang bersamaan di saat mereka dari pagi harus berkewajiban belajar...?
Saya terinpirasi dengan game quiz&amp;nbsp; &quot;Who Wants To Be A Millionaire&quot; ataupun bermacam2 quiz online lainnya,
Solusi saya adalah : dibuat semacam portal situs quiz online yg menghasilkan reward berupa uang dengan materi quiz berupa materi pelajaran sesuai dengan kurikulum dan semester siswa tersebut
Deskripsinya adalah sebagai berikut : dimana siswa &quot;sign up&quot; di situs tersebut dengan menyantumkan NIS (Nomor Induk Siswa) Nasional, sebagai formalitas dan identitas sebagai siswa...
(*database situs, harus selalu update dan bersosialisi dengan pihak sekolah, dinas pendidikan, ataupun pihak lain yg dianggap terkait untuk memonitoring kegiatan persekolahan siswa tersebut meliputi kelas atau semester berapakah siswa*)
Kemudian siswa akan masuk ke halaman utama akun pribadinya, dan kemudian siswa dapat mengambil pilihan menu &quot;take the quiz&quot;.
Lalu siswa langsung dapat mulai dengan menjawab soal2 yang ada dengan menu timing yang berjalan dan menu scores ditampilkan
Bila user adalah seorang siswa SMA kelas X semester 2 (genap), maka quiz yang keluar adalah semua materi2&amp;nbsp; yang berhubungan dengan semester tersebut dengan tingkat kesulitan defaultnya adalah soal2 yg advanced
Soal disini adalah 1 paket quiz yang terdiri dari 10 soal dengan variasi materi semester, bisa jadi soal pertama pada paket tersebut berisi soal matematika dan soal kedua berisi soal PPKN
Perkembangannya akan ada pula, paket2 soal satu tingkat semester diatas, dimana siswa yg kemampuan akademik yang sangat baik berkesempatan untuk mencoba menjawabnya, dan tentu saja dengan reward yang lebih besar pula
Lalu bagaimana siswa menghasilkan uang ?
Setiap siswa yg menjawab komplit satu paket soal, maka siswa tersebut akan mendapatkan reward sebesar Rp.15.000 (pemisalan saja)
Dan untuk pengambilan uangnya, tentu saja diadministrasikan dengan pihak sekolah dengan memonitoring akun khusus admin situs sekolah mereka pada website.
Lalu bagaimana cara situs tersebut bisa profit dan terus bertahan ?
Seorang siswa apabila membuka akun maka dikenakan biaya sebesar Rp.1000, untuk aktivasi akun selama sebulan
Dan seorang Guru dapat memposting ide2nya dalam bentuk soal untuk dijadikan sebagai bahan quiz dan direview oleh admin, apabila memenuhi kriteria, maka guru tersebut dibayar 50.000 untuk setiap model soal yang di publish. Siapapun dapat memberikan kontribusi.
Selain dari itu , tentu saja biaya diantaranya adalah dengan memanfaatkan dari pihak dinas pendidikan ataupun Lintasarta
Dengan model marketing seperti itu diharapkan guru dan siswa benar2 dapat terimprove mental akademiknya
Semoga ide ini bermanfaat....Wass
&amp;nbsp;</description>
            <pubDate>Fri, 04 Dec 2009 21:41:45 +0700</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
